Ganti Ejaan Baru

Anda pening bacanya?
Klik disini untuk ganti ke
Ejaan Baru

Thursday, October 14, 2004

ANTARA MALPRAKTEK, PROFESIONALISME & TOENTOETAN KEHIDOEPAN DOKTER

Harian Kompas dalam roebrik kesehatan edisi 14 Oktober hari ini menoelis tentang lajanan kesehatan dinegeri ini. Menanti lajanan dengan hati. Begitoe tadjoek jang diberikan oentoek artikel jang sangat menarik itoe. Ini keloehan kesekian jang pernah saja batja tentang boeroeknja moetoe lajanan kesehatan di repoeblik kita tertjinta. Beberapa hari laloe, harian berbahasa Inggris The Jakarta Post memoeat daftar kasoes jang disangka malpraktek. Hampir semoea terdjadi di Djakarta.
Ini meninggalkan tanja besar dibenak saja. Begitoe boeroekkah wadjah profesional medis kita?

Sedjak awal saja menapakkan kaki di kampoes Fakoeltas Kedokteran Universitas Hasanoeddin, 14 tahoen silam, satoe doktrin jang saja terima tentang profesi ini adalah bahwa profesi dokter adalah profesi jang moelia. Keagoengan profesi begitoe sering didengoengkan. Hoeboengan dokter dengan pasien boekan semata hoeboengan djoeal beli. Boekan semata hoeboengan pemberi djasa dengan pemakai djasa. Lebih dari itoe, katanja. Paradigma itoelah jang sampai kini masih dipegang tegoeh oleh sebagian besar sedjawat-sedjawat dokter saja. Meski bertentangan dengan anggapan para pakar marketing jang mejakini bahwa pada dasarnja kita semoea adalah pendjoeal.

Berangkat dari doktrin keagoengan profesi tadi, dalam koerikoeloem fakoeltas kedokteran, ditahoen kedoea, anda akan beladjar bagaimana sistem jang bekerdja pada tubuh manoesia normal. Mengindjak tahoen ketiga, anda moelai diadjari peroebahan-peroebahan jang akan terdjadi kalaoe anda sakit. Dan kemoedian ditahoen keempat ditambah doea tahoen magang diroemah sakit sebagai dokter moeda, anda akan moelai beladjar bagaimana mengobati pasien.
Lantas bagaimana dengan peladjaran etika? O djangan koeatir, ditahoen ke empat ada 2 kredit mata koeliah etika kedokteran, mengenai hoekoem djoega disinggoeng sedikit disitoe. Peladjaran etika selandjoetnya adalah apa jang anda peladjari sambil melihat langsoeng tjontohnja saat magang di roemah sakit.

Koerikoeloem ini dijakini tjoekoep oentoek membentoek dokter Indonesia. Dokter jang kini - seiring kemadjoean djaman - moelai sering mendapat kritikan soal moetoe dan polah tingkahnja.

H Misbach Joesa Biran, ajah almarhoemah Soekma Ajoe, dalam seboeah tajangan infotainment, mengakoe sedih karena tak pernah menerima senjoem dari para dokter selama hampir enam boelan anaknja dirawat di roemah sakit.
Meski saja tak terlaloe jakin seratoes persen dengan kebenaran pernjataan itoe, tapi meroedjoek kembali ke koerikoelom pendidikan dokter, bagian mana dari koerikoeloem jang mengatoer dokter haroes senjoem pada keloearga pasien?
Ataoe bagian mana jang mengadjarkan bagaimana dokter seharoesnja bersikap pada pasien? diloear sikap profesional tentoenja.
Sedih, tapi kenjataannja saja mesti djoedjoer mendjawab: TIDAK ADA!

Paradigma jang dengan angkoehnja menjeboet hoeboengan dokter-pasien boekan hoeboengan djoeal beli telah mentjegah masoeknja konsep-konsep marketing kedalam koerikoeloem pendidikan dokter kita. Kita tidak lagi sadar bahwa sekedar senjoem dan beramah-ramah dengan pasien dan keloearganja meroepakan soeatoe value-added services - memindjam istilah Hermawan Kartadjaja - jang akan memboeat sipasien lebih njaman dalam memanfaatkan djasa kita.

Padahal hoeboengan jang tidak njaman memboeat pasien soengkan bertanja kalaoe ingin memperoleh informasi medis mengenai kondisinja sehingga kerdja-sama dokter-pasien dalam menentoekan arah pengobatan - jang mendjadi konsep kedokteran modern - sama sekali tidak berdjalan.
Seorang iboe jang pernah bertemoe dengan saja dalam satoe perdjalanan menoetoerkan bagaimana dokternja marah ketika ia menjeboetkan bahwa dirinja sakit tjatjar. "Iboe djangan sok taoe!" bentak dokter itoe "kalaoe soedah taoe kenapa datang kesini!"
Bisa djadi itoe trik si dokter jang takoet kalaoe pasiennja banjak bertanja.
Padahal memilih mendjadi dokter - oedjar dosen saja doeloe - berarti haroes siap oentoek beladjar seoemoer hidoep. Siap oentoek selaloe mendjelaskan pada pasien dan keloearganja bagaimana kondisinja, mendiskoesikan bagaimana strategi pengobatannja, membantoe pasien mengambil kepoetoesan karena hak itoe ada ditangan pasien. tentoenja dengan dokter memberikan informasi jang sedjelas-djelasnja tentang keoentoengan dan risiko setiap tindakan jang dipilih.
Karena begitoelah prosedoer seharoesnja.
Soeatoe prosedoer jang sajangnja langka dinegeri ini.

Menteri Kesehatan Ahmad Soejoedi mengoengkapkan total pengeloearan oentoek biaja berobat ke loear negeri orang Indonesia setiap tahoen mentjapai 600 djoeta dollar AS.
Salah satoe alasan kenapa mereka memilih berobat keloear pastinja adalah lajanan kesehatan jang lebih baik.
Hermawan Kartadjaja, pernah menoelis tentang seorang koleganja jang didiagnosis Diabetes di Indonesia. Oleh dokternja diseboetkan bahwa penjakit ini tidak akan semboeh, seoemoer hidoep dia akan tergantoeng pada obat dan dietnja haroes diatoer.
Ketika memeriksakan dirinja ke Singapore, dokter Singapore djoega menjatakan dia terkena Diabetes. Tapi bedanja si dokter sambil tertawa bilang "OK, you got Diabetes, so what? Kena diabetes boekan berarti hidoep berhenti sampai disini. Jang perloe dilakoekannja hanja mendjaga berat badannja, memeriksakan dirinja teratoer, mengatoer dietnja, dan tidak berhenti sampai di sitoe sadja, si dokter mengatoer agar sang pasien berkonsoeltasi dengan ahli gizi jang soedah menjiapkan daftar menoe sehari-hari, lengkap dengan djoemlah kalori setiap djenis masakan bahkan oentoek makanan khas Indonesia.
Bajangkan begitoe hebatnja kesadaran oentoek memberikan value-added services disana.

Namoen meloeloe menjalahkan dokter kita sebagai biang keladi boeroeknja lajanan kesehatan tentoenja tidak menjelesaikan masalah. Soervei Kesehatan Roemah Tangga tahoen 2002 memperlihatkan bahwa ratio dokter : pasien kita adalah jang terendah dari 8 negara Asia Tenggara. 16 dokter oentoek 100.000 pendoedoek. Djangan heran kalaoe dokter haroes kerdja rodi. Beloem lagi dengan penghasilan dokter jang begitoe rendah.
Pengalaman saja sendiri di tahoen-tahoen awal mendjadi dokter, saja pernah bekerdja di klinik 24 djam dengan membawa poelang 15 riboe roepiah sebagai hasil bekerdja selama 24 djam.
Oentoek dokter spesialis poen tidak selamanja bagoes. Padahal biaja oentoek sekolah spesialis amat sangat mengoeras isi kotjek. oentoek masoek kebagian kebidanan dan kendoengan, tjontohnja, haroes rela merogoh 150 djoeta. Itoepoen baroe oeang pangkal.
Djangan heran kalaoe terkadang seorang dokter spesialis terpaksa bekerja dari satoe roemah sakit ke roemah sakit lain oentoek kedjar 'setoran'. Kalaoe soedah begitoe djangan harap dia bisa mentjoerahkan perhatian sepenoehnja terhadap keloehan pasiennja.

Semoeanja memang berpoetar seperti lingkaran setan. Perloe kerdja sama banjak pihak oentoek membenahinja.

Thursday, September 30, 2004

MENGEDJAR POERNAMA DI 3 KOTA

Blue Moon,jang konon menoeroet si Ms. Nice Gal ini adalah penampakan boelan poernama dalam bentoek jang paling indah dan hanja terdjadi sekali dalam setahoen, bikin perdjalanan poelang dari rig akhirnja saja habiskan dengan menengadah sampe leher terasa kakoe.

Tanggal 28 malam saja moelai projek melototin poernama, diatas speed boat jang membawa saja meladjoe membelah selat Makassar menodjoe Balikpapan. Sajang sesapoet tipis awan sedikit mengoesik keindahannja.

Langit diatas bandara Sepinggan, Balikpapan poen tak djoea memberi kesempatan boeat saja menikmati si Blue Moon itoe, awan masih setia bergajoet. Kali ini saja hanja bisa berharap semoga dalam penerbangan malam ke Soerabaia bisa melihat boelan dibalik djendela. Harapan jang ternjata sia-sia karena sepandjang penerbangan, bapak disebelah saja mengadjak ngobrol terus. Dan semangatnja bertjerita bikin saja gak tega oentoek bilang kalo saja lagi pengen liat poernama dan minta tukeran tempat doedoek sama dia.

Terkoeroeng 1 djam di bandara Djoeanda tidak djoega bikin impian saja terkaboel. Dan saat penerbangan Soerabaia-Makassar, saja terlaloe lelah dan tertidoer ketika pesawat mengangkasa. Hasrat melihat Blue Moon gagal total.

Baru di Djeneponto, kota ketjil tempat kelahiran almarhoem bapak saja - sekitar 3 jam perdjalanan djaraknja dari Makassar - baroe saja bisa menatap langit malam sepoeasnja. Langit bersih tak berawan malam itoe. Ada boelatan koening besar bertjahaja jang indah menghiasinja. Poernama Blue Moon jang kesohor itoe! moengkin boekan Blue Moon, karena saat itoe soedah tanggal 29 malam. Tapi setidaknja keindahannja masih terasa. Kemilaoe bintang jang biasanja memoekaoe poen tak sanggoep menandinginja.

Saja berbaring menghabiskan malam itoe di beranda. Tak pedoeli dengan dengoeng njamoek jang berpesta pora menikmati tetes demi tetes darah saja. Tak djoega pedoeli dengan informasi jang saja batja belakangan kalo Blue Moon itoe adanja ditanggal 31 Juli 2004.

Malam itoe saja ingin berbaring di beranda. Merenoeng. Sendiri. Terpentjil. Dipeloek sepi. Dibawah sinar boelan poernama. Jang tetap indah dilihat, tak pedoeli itoe blue moon ataoe tidak.

tjatatan kaki:
28 september 2004 ternjata menoeroet penanggalan Tjina adalah hari ke 15 di boelan ke-8, saat oentoek mid-autumn festival ataoe djoega diseboet sebagai Moon Festival (yue bing jie). Soeatoe masa dimana boelan poernama berada dalam bentoek yang paling boelat dan paling terang karena itoe dipertjaja sebagai perlambang kesatuan dan kebersamaan keluarga.

Sunday, September 19, 2004

KAPANKAH TERAKHIR KALI ANDA MENERIMA SOERAT PRIBADI?

"KAPANKAH terakhir kali Anda menerima soerat pribadi? Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, psikolog terkenal dari Oeniversitas Indonesia, mengakoe beberapa waktoe laloe menerima soerat bertoeliskan tangan dari seorang kerabatnja di Tjilatjap, Djawa Tengah. "Sangat personal, saja djarang sekali lho dapat soerat seperti itoe sekarang," katanja. Kini, kesantoenan dan kedalaman soerat memang telah digantikan dengan keserentakan (dan kegegabahan) serta kedangkalan SMS (short message service). Padahal, sebenarnja tak ada jang bisa menjaingi dahsjatnja soerat sebagai kenangan" (soember Kompas, Minggoe 19 September 2004)

Sebagian orang memang soedah lama tak lagi berkirim ataoe menerima soerat jang bertoeliskan tangan model doeloe.
Globalisasi dengan kemadjoean teknologinja telah memboeat orang djadi maoe semoeanja serba tjepat. Kenapa haroes repot menoelis soerat, setelah itoe pergi ke kantor pos, antri oentoek bisa mengirim soerat jang moengkin baroe akan sampai tiga hari setelahnja, padahal dengan email semoeanja bisa selesai dalam hitoengan menit.

Kalaoe doeloe sebeloem hadirnja era SMS, orang lebih soeka menggoenakan telepon oentoek bertoekar berita, namoen toh itoe masih terlaloe mahal boeat sebagian besar kalangan. Apalagi kalaoe jang haroes di telepon ada diloear kota terlebih di belahan boemi lainnja. Akhirnja soerat masih bisa mengisi tjelah itoe oentoek tetap eksis.

Tapi seiring kemadjoean djaman, perlahan namoen pasti soeratpoen terpinggirkan. Kalaoe orang seperti Prof. Sarlito jang tenar dan pasti banjak relasi sadja soedah moelai djarang menerima soerat, apa lagi kita-kita jang barangkali relasinja tak sebanjak beliaoe.

Artikel Kompas itoe memboeat saja djadi tertjenoeng sedjenak mengingat-ngingat kapan terakhir kali saja menerima soerat toelisan tangan?
Soerat tjinta? Hahahah .... memang biasanja soerat sedjenis ini jang masih ditoelis tangan, tapi bahkan dengan istri saja poen - saat djamannja kita patjaran - sama sekali tak pernah berkirim soerat.

Mendadak saja djadi senjoem-senjoem sendiri setelah ingat beberapa hari laloe - tadinja saja loepa - bahwa ternjata saja baroe sadja menerima soerat toelisan tangan. Aseli toelisan tangan diatas setjarik karton bekas karoeng semen.
Pengirimnja? Seorang preman didekat rumah saja jang minta oeang 'koordinasi renovasi' karena saja merenovasi roemah tanpa memakai toekang jang disediakannja.
Hahahaha ..........
Ternjata benar artikel Kompas itoe, soerat djaman sekarang soedah sama sekali tak ada nilai romantisnja.

Friday, September 17, 2004

It's turn to 33 now!



"Still a lot of things to do, fahrie"

Friday, September 10, 2004

Friday, August 20, 2004

DIA NEGRO Y NOCHE TRISTE

....................
satoe satoe daoen bergoegoeran
djatoeh ke boemi dimakan oesia
tak tertengar tangis tak terdengar tawa
redalah, reda......

waktoe teroes bergoelir
semoeanja mesti terdjadi
daoen daoen bergoegoeran
toenas toenas moeda bersemi

satoe satoe daoen djatoeh ke boemi
satoe satoe toenas moeda bersemi
tak goena menangis
tak goena tertawa
redalah, reda....



Oentoek semoea jang peduli
Dan toeroet berbagi duka
Terima Kasih ........
Tapi please, djangan bilang toeroet berdoeka lagi
Tjoekoep berikan senjoem
Saja taoe anda pedoeli
tapi mohon kasih kesempatan mata ini kering

Untuk Profesor Haris Boendoe, MA
The best daddy in the world
I'm gonna be like you, Dad
You know, I'm gonna be like YOU

Wednesday, August 18, 2004

DIRGAHAJOE INDONESIAKOE!

Sepotong doa oentoek toempah darahkoe:

Where the mind is without fear and the head is held high;
Where knowledge is free;
Where the world has not been broken up
into fragments by narrow domestic walls;
Where words come out from the depth of truth;
Where tireless striving stretches its arms towards perfection;
Where the clear stream of reason
has not lost its way into the dreary desert sand of dead habit;
Where the mind is led forward by thee into ever-widening thought and action
Into that heaven of freedom, my Lord, let my country awake

(taken from Rabindranath Tagore's Gitanjali)


Ini Agoestoesan ke doea boeat saja di OCEAN BARONES. Tanpa terasa OB mengindjak tahoen kedoeanja di laoet Indonesia. Menjenangkan kerdja dan merajakan agoestoesan disini. Meski konon ini sekaligoes djadi tahoen terakhir karena kalo gak ada peroebahan rentjana, Desember ini kontrak OB berakhir oentoek kemoedian masoek Dock di Keppel Fels Singapore lagi sebeloem ditarik ke Aoestralia. Tapi, loepakanlah itoe oentoek sesaat. It's Party Time!

Troes mengenai atjaranja: Atjaranja sebenarnja sama adja seperti tahoen laloe. Ada Oepatjara bendera, pastinja. Jang diikoeti seloeroeh crew, Expat maoepoen priboemi. Setelah itoe dilandjoetkan dengan pembagian door prize dan hadiah-hadiah oentoek pemenang koeis safety. Dan atjara paling dinanti - seenggak-enggaknja sama saja :P - atjara makan BESAAAAR. Ada Lobster, tenderloin steak, sate kambing, kakap merah gede-gede, gak ketinggalan nasi toempeng lengkap, banjak deh pokoknja. Hasilnya ...... djam 12 siang saja kekenjangan dan tewas dengan soekses :p

Monday, August 16, 2004

Terima Kasih, Toehan

siang di depan kantor IDI, Menteng.......
soeatoe episode dalam hari-hari siboek Djakarta


Perempoean toea koemal loesoeh memanggoel boengkoesan saroeng dipoendak rentanja, berdjalan dari satoe mobil ke mobil lain, berharap bisa mengais sedikit redjeki dari kemoerahan hati sesamanja.
Ada beberapa keping logam seratoesan didalam gelas plastik bekas Aqua ditangannja, pastilah tak tjoekoep bahkan oentoek sekedar membeli sepiring nasi berlaoek tempe di waroeng tegal.
Lantas, bagaimana ia haroes teroes meniti hidoep disisa oesianja?
Episode singkat itoe mengoesik noerani saja.
Sampai malam memeloek, wadjah pasrah terbakar terik soerja itoe masih terbajang.

Beberapa hari belakangan memang ada rasa tak poeas dengan hidoep jang saja djalani.
Betapa tidak? Sampai mengindjak tahoen ke tiga poeloeh tiga hidoep saja rasanja masih banjak mimpi jang beloem lagi tertjapai.
Pastinja sebagian mimpi itoe berkisar sepoetar materi.
Laloe karenanja sempat saja down dan merasa gagal
Bahkan sampai menafikan betapa banjak nikmatNja jang saja terima.

Hari itoe
Seorang pengemis toea disimpang Sam Ratoelangi
Mengadjari saja bahwa dalam hidoep, begitu banjak karoenia jang kita nikmati tanpa menjadarinja.
Bahwa djalan hidoep jang terasa soelit ini masih lebih baik daripada djalan hidoep banjak orang lain
Jang menerimanja dengan lapang dada dan rasa sjoekoer.
Sepotong kalimat dari boekoe lama jang pernah saja batja terngiang ditelinga
"saja selaloe merasa betapa malangnja hidoep saja karena tidak bersepatoe,
sampai kemoedian saja bertemoe orang jang tidak berkaki"


Malam semakin malam.
Hati ketjil saja bersoedjoed mengoetjap sjoekoer.
Ketika setetes air bening mengalir dipipi
Semoeanja terasa lebih indah.
Terima Kasih, Toehan!

Thursday, August 12, 2004

SELAMAT DJALAN PAK MANDAGIE ..........

Berita Kompas hari ini:
Denpasar, Kompas - Suasana doeka menjelimoeti atlet dan djadjaran Pengoeroes Besar Federasi Aero Sport Indonesia menjoesoel kesoeksesan mereka memetjahkan rekor terdjoen pajoeng formasi kerdja sama di oedara jang melibatkan 100 penerdjoen dari 17 negara, Raboe (11/8) di sekitar Bandar Oedara Ngoerah Rai, Toeban-Badoeng, Bali.

Salah seorang penerdjoen andal Indonesia, Theodoroes Petroes Mandagie, meninggal akibat ketjelakaan saat terdjoen sore, dalam rangka merajakan keberhasilan mereka memetjahkan rekor terseboet.

Almarhoem Theodoroes Petroes Mandagie jang kerap disapa Theo Mandagie meroepakan satoe dari delapan penerdjoen pajoeng Indonesia jang toeroet dalam oepaja pemetjahan rekor terdjoen pajoeng formasi itoe. Saat toeroet melangsoengkan sunset jumping (terdjoen pajoeng sore hari) dari ketinggian 14.000 kaki (sekitar 4.500 meter) poekoel 18.07, Theo Mandagie gagal memboeka pajoeng oetama dan pajoeng tjadangannja. Toeboehnja ditemoekan di rawa-rawa di sisi selatan pagar bandar oedara oleh pendoedoek setempat.


Satoe lagi dari keloearga Mandagie poelang menghadap pentjiptanja melaloei djalan jang sama.
Djalan jang dipilih sendiri oleh mereka dengan kesadaran dan dignity.
Seperti djoega keinginan seorang djenderal toea jang memilih mati di medan perang daripada dirandjang kamarnja.
Seperti hasrat pendekar pedang jang memilih mati didjalan pedang.
Inilah djalan mereka. Djalan jang mereka pilih karena tjinta.
Relakan kepergian mereka
Tanpa perloe isak tangis. Apalagi penjesalan.

Selamat djalan Pak Mandagie
Seperti kalimat klise jang selaloe saja toelis;
kematian hanjalah tidoer pandjang
Tetap tersenjoem dalam tidoermu

Will This Be My Coffin?

Tiap kali berdiri disamping pesawat pikiran itoe pasti montjoel dibenak saja.
Will this be my coffin?
Sebagai orang jang mengidap acrophobia atawa takoet berada di ketinggian, sebenarnja wadjar-wadjar adja kalo hal seperti itoe kepikir. Meski kadarnja gak sampe kajak Dennis Bergkramp jang sama sekali gak maoe naek pesawat.

Saja masih bisa naek pesawat meski dengan perasaan was-was teroetama saat pesawat mo take off ataoe landing. Selebihnja saja bisa tenang-tenang adja di oedara, termasoek masih bisa ngelirik-lirik kalo ada pramoegari jang tjakep :p

Biasanja jang bisa membantoe menenangkan saja adalah dengan batja hasil-hasil penelitian jang noendjoekin kalo pesawat adalah kendaraan teraman didoenia.

Seorang penerbang senior jang diwawantjarai di SCTV poen bertoetoer seroepa. Pesawat adalah kendaraan teraman didoenia, katanja. Ironisnja rekaman video itoe diambil beberapa saat sebeloem pesawat ringan jang dikemoedikannja djatoeh di Djawa Barat menewaskan seloeroeh penoempang pesawat itoe termasooek sang pilot.

Doeloe sebeloem kerdja di andjoengan pengeboran minjak di selat Makassar ini, dalam setahoen paling banjak 3-4 kali saja naek pesawat. Namoen sadjak setahoen laloe paling sedikit 2 kali seboelan saja terbang melintasi Djakarta-Balikpapan. Belom lagi kalo saja mesti ke Makassar ataoe ke Paloe menengok bokap. Tapi kajaknja rasa was-was itoe tetap adja ada.
Apa orang lain djoega merasakan hal jang sama?
Apa pikiran itoe sempat djoega terbersit di kepala mereka?
Will this be my coffin?
Ahh... sebentar lagi saja mesti mendjawab pertanjaan itoe.
(Ditoelis di Soekarno-Hatta International Airport, August 11, 2004 06.25 a.m.)

Wednesday, July 28, 2004

TOEROENAN KE BERAPA?

Lagi siap-siap mo safety meeting, taoe-taoe Pak Loecas, SOC (safety operation control) disini nanjain itu ke saja.
"Dok, taoe gak dokter toeroenan ke berapa di garis keloearganja?"
?????
waks!

"Saja gak taoe toeh Pak, gak pernah poenja tjatetan kajak family tree gitoe sih kita"
"kenapa Pak?"
saja balik nanja.
"oooooo, kalo saja djoega gak poenja, tapi sepertinja saja toeroenan ke-8"
?????

"Lho? Kok taoe Pak??"

"soalnja nenek mojang saja doeloe konon kaja-raja" katanja "konon hartanja gak habis toedjoeh toeroenan"

gdoebrak!!!

"Pantesan terpaksa kerdja ke rig ja pak, ketoeroenan ke delapan sih djadi gak kebagian. hehehehe bisa adja"
Habis dia pergi saja djadi mikir: Oooo kalo gitoe saja pasti toeroenan ke sembilan, soalnja bapak saja djoega mesti kerdja, gak bisa ngarepin warisan :p

Thursday, July 15, 2004

MARITHA

Liboer singkat satoe minggoe ternjata boekan hanja diisi dengan menimang-nimang Farrell dan Bryan, 2 tjahaja mata saja. Meski tadinja soedah poenja tekad oentoek gak maoe njentoeh kibor kompie selama liboeran, tapi ternjata saja hanja tahan 4 kali 24 djam sadja tanpa perangkat pintar ini.
Ada rasa rindoe jang menjeroeak, walaoepoen oentoek sekedar menengok sisi-lain dan my virtual clinic. Menengok sadja. Tanpa posting sama sekali.

Seboeah kedjoetan menjenangkan menanti di virtual clinic!
Seorang sahabat lama, menjapa dari djaoeh.
Lama soedah saja kehilangan kabarnja, selepas sekian tahoen menghabiskan waktoe bersama.

Semendjak SMA saja kenal dia. Tiga tahoen bersama di SMADA Makassar, berlandjoet lagi ke kampoes pergoeroean tinggi tjap ajam djantan, Oeniversitas Hasanoeddin. 6 tahoen kita merasakan soeka doekanja beladjar djadi toekang obat disana. 6 tahoen sadja karena selepas itoe dia menghilang. Saat saja dan teman lain masih siboek mengedjar mimpi sederhana oentoek djadi dokter, dia memoetoeskan saatnja telah tiba baginja oentoek pergi memoelai pengembaraannja. Djaoeh kenegeri orang. Bersama itoe poepoes soedah kabar beritanja.

Djoeli hari ke enam doea riboe empat, seboeah pesan mampir ke tagboard saja. Pengirimnja Dr. Med. M. Ridwan Thahir, M.D.
Voila! What a pleasant surprise!
Soedah djaoeh dia melangkah.
Koendjoengan balik ke websitenja menampilkan sederet foto-foto pengembaraannja. Curriculum Vitae-nja membiaskan djedjak pandjang langkah-langkahnja.
Ahh.... soedah djadi orang poela kaoe, sobat
Congratz, Buddy!

Wednesday, July 14, 2004

BOELAN DI BALIK DJENDELA

July 2, 2004
Somewhere between Balikpapan-Jakarta
Up in the sky.......


"Selamat malam, disini kapten pilot anda berbitjara, saat ini kita sedang terbang diketinggian 28.000 kaki diatas permoekaan laoet, tjoeatja saat ini ... Bagus! Djarak pandang koerang lebih 10 kilometer dan kalaoe anda melihat keloear djendela, tampak boelan poernama, indah sekali"

Mendengar informasi kapten pilot Bouraq tadi - orang Bali, tapi saja loepa namanja - para penoempang penerbangan terakhir Bouraq Balikpapan-Jakarta termasoek saja kompak tjelingoekan mentjoba mentjari boelan jang dimaksoed. Dan memang benar. Saat itoe lagi boelan poernama. Full Moon. Oentoeng sadja saja boekan warewolf!.

Melihat boelan poernama semoea pasti soedah sering. Tapi melihat boelan tanpa perloe mendongak ke atas, ini pengalaman pertama boeat saja. Moengkin karena baroe pertama kali melihat boelan seolah sedjadjar dari balik djendela, kesannja djadi eksotis sekali.
Sajangnja malam itoe saja loepa bawa kamera.

Boelan dibalik djendela menandai awal liboeran saja jang hanja 1 minggoe. Karena minggoe berikoetnja saja haroes balik lagi ke Balikpapan dengan segala tetek bengek meeting dan pelatihan. Back to routinity. Tapi paling nggak ini awal jang sama sekali gak djelek.

Poelang keroemah disaat boelan poernama. Ada doea tjahaja mata saja jang menanti diroemah. Djoega ada .... ehm ... mamanja. Menanti. Dalam malam boelan poernama.
Jang konon pengaroehnja bikin 'hidoep' lebih hidoep.

Ahhh, not a bad start.....

Tuesday, June 29, 2004

Je ne suis pas ici!

Saja lagi liboeran dan nggak akan ada disini moelai 1 Juli 2004 sampe 14 Juli 2004.
Makasih soedah datang kesini ja

I am on vacation and will be out for 2 weeks starting from July 1, 2004 - July 14, 2004.
Thanks for coming!

Estoy el vacaciones y estare hacia fuera por 2 semanas que empiezan del de julio 1 de 2004 - de julio el 14 de 2004.
Gracias por venir!

(soesah amat ngomongnja ja? :p
terserah mo ngomong pake bahasa apa pokoke
saja mah L-I-B-O-E-R euiy)

AIDS 2004 - XV
International AIDS Conference

Hari ini dapat imel dari teman tentang aktifis HIV/AIDS jang roepanja mo ngadain konfrensi di Bangkok, Djoeli 2004 nanti.
Konferensi internasional bertadjoek AIDS 2004 - XV ini nantinja akan diramaikan atjara long march oentoek menoentoet akoentabilitas dan aksi njata terhadap penanggoelangan AIDS. Jang lagi di Bangkok dan sekitarnja, kalo pengen terlibat silahkan tjatet jang dibawah ini deh:

CALL TO ACTION:

AIDS 2004 - XV International AIDS Conference:
Thai AIDS Treatment Activists Invite Allies to Join a March and Protest to Demand Accountability and Action on AIDS


SAVE THE DATE:

July 11, 2004 in Bangkok, Thailand
(The Opening day of the XV International AIDS Conference)
The theme of the XV International AIDS Conference theme is "Access for All"
We, Thai people living with HIV/AIDS and NGO allies, send a call to action to the international community to join a movement at the upcoming International AIDS Conference (Bangkok, July 2004) demanding accountability from heads of states, agencies, and individuals obstructing or failing to effectively address the gaps and inequities in HIV/AIDS treatment access, and demand real access for all.

BECAUSE PEOPLE ARE DYING NEEDLESSLY

- 3 million people died of AIDS in 2003 but it's STILL BUSINESS AS USUAL worldwide
- 6 million people of the 40 million people living with HIV/AIDS worldwide need ARV treatment NOW - but only 400,000 have access

BECAUSE WE DO NOT ACCEPT BROKEN PROMISES

More than 5.5 million PLWHA(People Living With HIV/AIDS) are without access to treatment because:
- National governments refuse to prioritize the fight against AIDS, and refuse to transform their rhetoric into concrete economic and political action;

- Rich donor countries that have broken their promises to spend $10 billion annually fighting global AIDS by 2005;

- International agencies have not made good on the promise to fill the deadly gap in access to treatment. By 2005, by the most optimistic estimates, only 240,000 additional people, or 4% of the total need, will access HIV/AIDS treatment through financing from

the Global Fund to Fight HIV/AIDS, TB and Malaria (GFATM)-- the "principle funding vehicle" for the WHO's '3 x 5' treatment access initiative;


BECAUSE WE KNOW HIV/AIDS CAN BE TREATED AND AFFORDABLE MEDICINES EXIST.


- Thai people living with HIV/AIDS and NGO allies, successfully lobbied and worked with our government to produce generic anti-retroviral drugs cheaply and developed comprehensive, community-based care programs so that universal access could be effectively delivered.

- Today, through a government program aiming to treat 50,000 people by 2005, we have already seen AIDS-related mortality drop by over 50%;


BECAUSE REAL ACCESS TO LIVE-SAVING TREATMENT AND PREVENTION IS NEEDED FOR ALL!


- PLWHA around the world are struggling to prevent national treatment programs from duplicating the social and economic inequities that put marginalized people, including rural people, women, children, men who have sex with men, and drug users last in line for life saving treatment;

- PLWHA around the world are threatened by ideologues attempting to thwart access to basic HIV prevention tools, particularly for the most vulnerable groups including women, men who have sex with men, migrant workers, prisoners, and injecting drug users;

- PLWHA face human rights violations in the form of repressive drug wars and policies, although 1 in 3 new infections outside Africa are the result of sharing of injecting equipment, and needle exchange has been proven to save lives without increasing rates of drug use;

BECAUSE EFFORTS TO FIGHT AIDS ARE UNDER ATTACK

- PLWHA around the world face bilateral donor programs that force treatment and prevention programs to abandon science and best practice, blocking life saving HIV prevention efforts, and blocking purchase of quality, low cost generic medicines;

- PLWHA around the world face barriers to access to affordable generic medicines as a result of regional and bilateral trade agreements with the U.S., undermining national sovereignty and capacity to address public health priorities such as HIV/AIDS;

BECAUSE WE KNOW WE CAN WIN AND THERE IS STILL MUCH MORE WORK TO BE DONE

- Even in Thailand, sometimes called the "next Brazil" in terms of treatment victories, where generic HIV/AIDS drugs are as cheap as USD $0.96 per day, deadly foreign policies threaten to undermine access to quality generic medicine, through efforts such as the U.S. government's proposed Free Trade Agreement (FTA) with Thailand.

- Access for all in Thailand is still not equitable; undocumented migrants, ethnic minorities denied citizenship, injecting drug users, prisoners and others still face non-medical exclusion criteria and social and economic barriers including health-care setting-based discrimination, which prevent them from accessing ARV.

- Activists in Thailand are demanding drug users worldwide get access to comprehensive prevention and treatment, not the threat of government sanctioned killing and unlawful detention;

BECAUSE SOLIDARITY AND ACTION ARE NEEDED TO WIN TREATMENT ACCESS FOR ALL, WIN THE REALIZATION OF OUR RIGHT TO HEALTH, AND TO STOP THE WAR ON HIV PREVENTION

By: Thai Network of People Living with HIV/AIDS (TNP+) and the community of Thai AIDS Activists

Saturday, June 26, 2004

Who wants to Live Forever?

Bangoen pagi, karena pola tidoer jang kadoeng diroesak sama EURO 2004, akhirnja saja malah surfing internet dan nemoe sitenja Troy. Ada quote menarik disitoe.

"The Gods Envy Us. They Envy Us Because We're Mortal"

Batja quote ini bikin saja djadi ingat impian kanak-kanak saja doeloe. Ja. Saja pengen djadi orang jang gak bisa mati. Seperti para hero lainnja.

Berandjak dewasa masih kepikiran sama impian itoe. Sampai soeatoe masa saja nonton Highlander. Versi tivi dari kisah hidoep Duncan McLeod ini dimainin sama Adrian Paul.
Wow! Impian itoe makin mendjadi-djadi. Bajangin kalo saja bisa hidoep 400 tahoen. Gak toea-toea. Bitjara pengalaman; 400 tahoen menapak boemi, kajaknja semoea hal bisa saja tjoba. Bitjara doeit; njimpan tjeban di bank adja bisa diitoeng berapa boenganja 400 tahoen ke depan. Bitjara pengetahoean; 400 tahoen beladjar apa sih jang saja gak taoe?
Hidoep sebagai immortal emang gak ada 'mati'nja :p

Tapi lantas saja nonton Highlander versi lajar lebar dan denger soundtracknja yang ditoelis sama Brian May.

Who wants to live forever,
When love must die


Mendadak ada kesadaran baroe. Ada sisi lain jang sama sekali gak kebajang sebeloemnja. Bajangin 400 tahoen melihat orang-orang terdekat kita pergi satoe per satoe. Djadi toea dan mati. Sementara kita tetap moeda dan tak pernah mati. Living the lonely life.
Baroe saja sadar bahwa bahkan mati itoe poen ternjata adalah rahmat!
So ..... who wants to live forever?

Friday, June 25, 2004

Les Yeux Pour Pleurer!


Doeloe seboeah penerbitan di Prantjis menoelis headlines seperti itoe, menjoesoel gagalnja Les Blues ke World Cup 1994.
Les Yeux Pour Pleurer! Kedua mata ini memang diciptakan untuk menangis.
Siapa sangka hari ini, sepoeloeh tahoen berselang,giliran saja jang mesti mengoetjap kalimat itoe.

Inggris Takloek!
Sebagai penggemar fanatik Inggris sedjak 1988 sajapoen ikoet hantjoer.
Seperti orang jang bermimpi indah laloe tiba-tiba terbangoen dan melihat doenia tak seindah impiannja. Seperti itu perasaan saja sekarang. Ada rasa gamang. Seolah tak pertjaja! Beberapa hari laloe mereka main begitu gemilang menggoeloeng Kroasia tanpa ampoen 4-2. Begitoe sempoerna disemoea lini. Tjepat, loegas, taktis. Namoen semalam semoeanja beroebah. Inggris tadi malam adalah Inggris dalam penampilan terboeroeknja. Mereka beroentoeng bisa menahan toean roemah 2-2 sampai akhir 2 kali 15 menit. Tapi andaipoen menang adoe penalti, itoe soenggoeh kemenangan jang tak pantas.
Dan sedjarah kemoedian memang tidak memihak mereka. Penalty shootout lagi-lagi mengirim St. George's Cross poelang kandang.
Inggris Takloek!
Dan saja hanya bisa mengoetjap lirih kalimat itoe.
Les Yeux Pour Pleurer
Kedoea mata ini memang ditjiptakan oentoek menangis .........

Tuesday, June 22, 2004

So Lonely

When everybody loves you,
you can never be lonely


[Counting Crows - Mr. Jones]


I feel so lonely now
is that means no one love me???

Tuesday, June 08, 2004

Sedang Goblok? Ato Lagi Gila?

Seharoesnja saja doedoek maniez disana
Didepan kompie diboeai sedjoeknja semilir angin boeatan
Menikmati djalannja hidoep jang toh gak djelek-djelek amat
Diketerpentjilan rig offshore noen djaoeh ditengah samoedra

Tapi kenapa malah milih mandi keringat disini
Antri oentoek melengkapi lembaran-lembaran berkas
oentoek bisa djadi tje-pe-en-es
tjalon pegawai negeri sipil
Dengan penghasilan jang nantinja melorot drastis
Sampai sepersekian dari jang sekarang?

Ahhhhh.....!
Djoedjoer saja poen gak taoe
Barangkali saja sedang goblok?
Ato malah lagi sableng?

Ada jang bisa kasih taoe??????