Ganti Ejaan Baru

Anda pening bacanya?
Klik disini untuk ganti ke
Ejaan Baru

Monday, February 28, 2005

WORLD JUMP DAY

Moengkinkah kalo 600.000.000 pendoedoek daripada boemi daripada kita tertjintah ini pada kala jang sama, pada tempat tertentoe, melontjat berbarengan akan menjebabkan bola doenia ini bergeser keloear dari orbitnja?

Pertanjaan daripada itoe jang akan tjoba didjawab pada hari ke 20 di boelan Djoeli tahoen 2006. Kalo toean ada boetoeh waktoe jang lebih tepat lagi, di 11.39.13 GMT.



Sampai sekarang, saat toelisan ini dirangkai, soedah ada 61.601.441 orang jang mendaftar oentoek toeroet ambil bagian dalam kegiatan iseng ini.

Bagaimana?
Toean ada minat?
Silakan boeka di sini

Saturday, February 26, 2005

Pasien Serangan Djantoeng Dipindahkan Dari UGD demi Michael Jackson

Baroe sadja surfing internet dan nemoe berita ini:
Heart Attack Victim Moved for Michael Jackson

Manuela Gomez Ruiz, seorang nenek beroesia 74 tahoen, jang sedang dirawat di oenit gawat daroerat Marian Medical Center di Santa Maria, California akibat serangan djantoeng, meninggal doenia setelah dipindahkan dari roeangan karena tempatnja akan dipakai oleh Michael Jackson jang sedang flu.

Manuela, saat itoe sedang dibantoe pernapasannja memakai ventilator di oenit gawat daroerat, ketika Micahel Jackson datang. Oentoek memberi roeangan pada sang superstar, pihak Marian Medical Center mematikan mesin ventilator, laloe memindahkan sang nenek keroeangan lain jang lebih kecil.

"Padahal saja melihatnja (Jackson) berdjalan sendiri ke UGD tanpa perloe bantoean" oedjar Anna Ruiz, menantoe Manuela. Pihak keloearga Manuela kini telah menjewa pengatjara oentoek menoentoet pihak klinik dan Michael Jackson.

Posting Directly from Photobucket!

Oentoek penggoena photobucket jang barangkali beloem tahoe, sekarang soedah bisa posting langsoeng ke blogger. Directly from photobucket!

Ini djaman roepanja memang djamannja weblog.
Semakin lama semakin moedah sadja oentoek blogging.
Djadi boeat jang beloem lagi poenja blog atawa masih djom-blog (istilah apa lagi ini????) tjepatan deh bikin blog.
Jang aseli bikinan sendiri.

Come on, express yourself!
Dan jang penting, djangan maoe terprovokasi sama oknoem jang ngakoenja konon pakar kompoeter tapi 'negative thinking' sama perkembangan kompoeter.
Jah .......
Ente taoe lah siapa dia, gak perloe diseboetin lagi namanja disini
hehehe......


Tapi biar bagaimanapoen soepaja tetap fair, disini saja tjantoemin list dari beberapa 'bahaja blogging':







maoe taoe lebih banjak tentang blog?
silakan download powerpoint presentation-nja di sini

Monday, January 31, 2005

DJANGAN MENANGIS LAGI, ATJEHKOE! (3)

ADEGAN 1

Sepasang mata polos kanak-kanak, binarnja tak poedar oleh derita.
Tersenjoem mendekati mobil yang kami toempangi.
"Ferry Irawan" Djawabnja ketika saja menanjakan namanja.
Sekarang dia hidoep di penampoengan, tinggal berdoea dengan kakak perempoeannja.
Setelah gelombang itu membawa ajah, iboe dan adik bajinja kepeloekan Sang Maha Tinggi.
Tak banyak peroebahan ekspresi di wadjah koeroesnja ketika menoetoerkan tragedi itu.
Datar.
Koeat.
Terlaloe koeat oentoek seorang anak sembilan tahoen.

Laloe saja djadi teringat betapa rapoehnja saja ketika Agoestoes laloe Bapak saja jang berpoelang. Dan serta merta merasa maloe.


ADEGAN 2

Doedoek di waroeng itoe, menikmati semangkoek Mie Atjeh jang panas mengepoel.
Melepas lelah sesaat sembari membolak balik halaman Serambi Atjeh jang berisi deretan foto-foto orang hilang.

Kemoedian foto sepasang anak ketjil itoe merampas perhatian saja.
Oemoer mereka baroe tiga tahoen.
Sebaja dengan Farrell, anak pertama saja.
Pasti sedang 'nakal-nakal'nja.
Tentoe lagi loetjoe-loetjoenja
Nikmat terindah jang pernah dititipkan Toehan
Kita dekap erat tak maoe lepas
Namoen dalam hitoengan menit lenjap dari pandangan.
Hilang tak tentoe rimbanja.

Semakin dalam saja merenoeng terasa semakin berat beban itoe.
Beban jang mesti ditanggoeng mereka jang kehilangan anaknja.

Setiap malam, ketika gelap itoe mendjelang, dimana kamoe tidoer, Nak?
Ketika hoedjan menggoejoer tanah jang sekarat, dimana kamoe bertedoeh, Nak?
Ketika dinginnja memboeatmoe menggigil, siapa jang akan memeloekmoe?
Djoega ketika kamoe menangis ketakoetan dan kelaparan
Siapa jang akan menenangkan dan memberimoe makan?


Mendadak Mie Atjeh jang lezat itoe tak lagi terasa nikmat......

Wednesday, January 19, 2005

BENARKAH TJINTA TAK SELALOE HAROES MEMILIKI?

Doedoek di depan kompoeter, menghabiskan hari dengan surfing internet.
Bosan sendirian.
Rasanja seperti kembali ke memori Ocean Baroness.

Hanya sadja kali ini pemandangannja bukan lagi biroe laoet
Jang terhampar sedjaoeh mata memandang.
Boekan poela riak gelombang jang memboeat rig berajoen perlahan

Sebagai gantinja kini adalah hamparan keboen teh loeas menghidjaoe
Djalan mendaki jang berkelok-kelok
Pipa panjang warna keperakan membentang melintasi perkeboenan
Dan kaboet jang terkadang toeroen memboeat segalanja mendjadi begitoe poetih
Begitoe moeram dan begitoe dingin.

Mestinja ini bisa djadi liboeran jang menjenangkan
Tidoer poelas dibalik selimoet tebal dengan heater jang diset medium
Nongkrong sambil ngobrol ngalor ngidoel dengan teman-teman baroe.
Menikmati secangkir kopi soesoe dan indomie hangat.
Mestinja ini bisa djadi soerga

Tapi sepoelang dari Atjeh kemaren
Jang djadi seperti pesta reoeni
Tempat berkoempoel lagi dengan sobat-sobat lama
Jang kali ini datang dengan bendera beragam
Tapi tetap orang-orang jang sama
Orang-orang 'gila' jang lebih bahagia tidoer dimana sadja bisa merebahkan toeboehnja.
Poelas beralas sleeping bag dan berselimoetkan mosquito repellent
Orang-orang jang merasa berarti kaloae bisa berboeat oentoek orang lain.

Memboeka mata dan hati saja kalaoe saja masih tjinta doenia itoe.
Itoe habitat saja
Doenia bebas tanpa basa-basi
Tanpa batas absurd atasan-bawahan
Saja tjinta semoea itoe.
Dan rasanja saja ingin memiliki doenia itoe
Selamanja ada disitoe
Tapi apa moengkin?

Benarkah tjinta tak selaloe haroes memiliki?

Tuesday, January 18, 2005

DJANGAN MENANGIS LAGI, ATJEHKOE! (2)

Rentjana boeka pos kesehatan selama lima hari di Poelaoe Nasi, akhirnja dibatalkan. Dengan hanja 500 djiwa tersisa. Mereka tidak kekoerangan air bersih, persediaan makanan tjoekoep (di kantor koramil tempat kita boeka pos kesehatan masih ada sekitar 20-an karoeng beras), dan sebagian jang sakit berat soedah di evakoeasi ke Banda Atjeh atas inisiatif Danramil. Kami poen hanja memboeka pos kesehatan selama satoe hari, kemoedian menitipkan obat-obatan pada 2 orang pendoedoek poelaoe jang kebetoelan mahasiswi akademi perawat.

Teman-teman agak ketjewa sebenarnja. Karena kita membawa persediaan jang tjoekoep oentoek 5 hari. Bahkan tadinja direntjanakan oentoek memboeka pos kesehatan berlandjoet. Tapi problem klasik di daerah bentjana roepanja djoega terdjadi di Atjeh. Bahkan lebih parah. Tidak ada informasi jang akoerat tentang kondisi Atjeh setelah Tsoenami!.
Permintaan Satkorlak Pengendalian Bentjana dan Pengoengsi oentoek mengirim kita ke Poelaoe Nasi ini misalnja. Sama sekali tidak didasari data jang akoerat. Ketika diperintahkan berangkat, saja sebenarnja soedah ngotot oentoek minta gambaran kasar kondisi disana. Tapi Satkorlak tidak poenja data. Baroe setelah tanja kiri kanan ke orang lain, kita bisa poenja informasi tentang P. Nasi, itoepoen kondisi pra-bentjana.

Akhirnja terdjadilah jang ditakoetkan. Kita nembak lalat pakai meriam!. Tim jang berangkat ke P. Nasi membawa 1 dokter Bedah, 1 dokter Anak, 1 dokter Penjakit Dalam, 2 dokter oemoem, 2 mahasiswa FK (UI dan Unsjiah) serta 1 perawat, tjoema oentoek mengobati 60 orang jang sakit ringan, sebagian malah hanja datang minta vitamin!

Lebih aneh lagi, ketika kita memoetoeskan poelang, dengan pertimbangan tim ini terlaloe moebasir oentoek bertahan di P. Nasi sementara masih banjak daerah lain kekoerangan tenaga, begitoe sampai di Banda Atjeh, orang jang mengirim kita, dengan bersoengoet-soengoet mengeloeh: "Wadoeh! saja bisa dimaki Panglima ini!"
Lha???????
Anda kesini oentoek menjenangkan Panglima ataoe nolong korban Tsoenami???
Satoe lagi problem klasik manadjemen bentjana toeh, ada sebagian orang jang hanja memperhitoengkan poeblisitas dan ABS! Perkara bantoeannja sampai sasaran ataoe nggak soal belakang, jang penting dia bisa berkoar ke petinggi kalo soedah ngirim satoe tim komplit ke Poelaoe Nasi!!!
Bullshit!



Ketjewa dengan Disaster Management Support jang berantakan di Banda Atjeh, saja kemoedian memoetoeskan oentoek tinggal di Banda Atjeh dan membantoe teman-teman mempersiapkan tim-tim jang akan berangkat soepaja tragedi P. Nasi tidak teroelang.

Kesimpoelan kita sampai hari ke 16 pastja Tsoenami, beloem ada data akoerat tentang pos-pos pengoengsi, Incident Commander tidak berdjalan, koordinasi katjaoe. Semestinja Satkorlak sebagai Incident Commander tahoe persis dimana lokasi jang memboetoehkan bantoean, soedah ada berapa tim jang kesana, masalah apa sadja jang beloem teratasi, tapi kenjataannja?

Pengalaman loetjoe lagi terdjadi saat saja menemani relawan dari Korean Medical Association (KMA), karena gak dapat informasi jang djelas dari Satkorlak, kita berkeliling Banda oentoek mentjari pos jang beloem ataoe tidak tertangani. Sampai di RS Malahajati, kelihatannja RS itoe beloem beroperasi, hanja ada satoe spandoek LSM kesehatan - seboet sadja LSM Blablabla - jang terpasang disana, karena tim Korea ini soedah siap bekerdja akhirnja kita minta idjin adja sama LSM terseboet oentoek bekerdja sama mengoperasikan RS Malahajati.
Sama komandannja didjawab: "Boleh sadja bergaboeng dengan kita, tapi dengan beberapa sjarat; pertama RS ini akan beroperasi dengan nama RS. Malahajati-Blablabla, kedoea: oentoek kali ini tim Korea boleh bergaboeng, selandjoetnja tjoekoep kasih bantoean peralatan medis dan peralatan RS sadja, seperti medja operasi, mesin anestesi, tempat tidoer dan lain-lain, ketiga: tim Korea haroes memoetoeskan kerdja samanja dengan IDI dan bekerdja dibawah bendera kita!"
Gila!
Ini orang datang ke Atjeh oentoek tjari nama roepanja!
Kalaoe memang pengen ganti nama RS dengan nama LSMnja, tanggoeng mas, kenapa gak ke Meoelaboh adja, kangkangi toeh seloeroeh Meoelaboh dan ganti nama kotanja djadi kota Meoelaboh-Blablabla!
Sengadja tidak saja pasang nama LSMnja disini, karena saja pertjaja gak semoea anggotanja brengsek seperti si komandannja itoe. Anggap sadja ini penghargaan oentoek mereka.

Tapi jang djelas karena penolakan itoe, tim Korea batal masoek ke Malahajati dan sampai hari Selasa, 12 Djanoeari, 2 hari kemoedian, saat saja meninggalkan Banda Atjeh, Malahajati beloem djoega beroperasi!.

Monday, January 17, 2005

DJANGAN MENANGIS LAGI, ATJEHKOE!

Apa lagi jang bisa ditoeliskan tentang negeri indah jang kini poranda di terdjang bentjana ini?
Terlaloe banjak doeka di sini
Terlalo banjak air mata
Terlaloe banjak majat-majat korban jang bergelimpangan
Terkapar memboesoek di poeing-poeing roentoehan bangoenan.
Terlaloe banjak anak-anak jatim-piatoe
Terlaloe banjak!
Sementara terlampaoe sedikit jang bisa kita bikin oentoek mereka!


Djanoeari hari ke doea...
Pesawat Merpati jang disewa BUMN Peduli menerbangkan saja di atas langit Atjeh jang goelita.
Tak banjak kerlip lampoe dibawah sana.
Soenggoeh kontras dengan Djakarta jang 6 djam laloe kita tinggalkan
Negeri ini sekarat diterdjang Tsunami.
Dan ketika pesawat mendjedjakkan rodanja di Bandara.
Tak ada aktifitas khas bandara. Jang biasanja memandjakan kita.
Bandara ini masih oetoeh sadja soedah oentoeng.

Saja dan ketiga teman poen bergegas memanggoel ransel.
Mengoeroesi obat-obatan dan peralatan medis jang kita bawa. Tapi mesti tidoer di apron bandara. Karena menoeroet teman jang lebih doeloe masoek, djaloer Blangbintang-Banda Atjeh tak aman di malam hari.
Padahal waktoe kita sampai sadja soedah djam 12 tengah malam.
Malam pertama di Atjeh poen dihabiskan dengan memandangi langit. Dalam pelukan hangat sleeping bag. Sambil berpikir apa jang bisa kita perboeat besok.

Esoknja, dalam perdjalanan ke Banda Atjeh, baroe kita lihat betapa loeloehlantaknja kota ini. Koeboeran massal jang masih menebarkan bau bangkai di Lambaro. Toeboeh-toeboeh telandjang tak bernjawa di djalan-djalan dan soengai. Pante Pirak - bangoenan pertama jang roentoeh digoentjang gempa. Masdjid Raja jang dipenoehi sampah loempoer dan majat. Roemah toko tiga lantai jang lantai satoenja amblas ke tanah. Deboe beterbangan bertjampoer dengan air mata haroe jang mengalir tak tertahan.



Hasil moesjawarah dengan teman-teman di RS. Kesdam, saja dan rombongan diminta ke Poelaoe Nasi, tak djaoeh dari Sabang. Perdjalanan dengan perahoe memakan waktoe satoe setengah djam dari Peunajong. Melewati Pasar Atjeh jang terlihat seperti ground zero bekas ledakan. Ada doea kapal kajoe jang hanjoet dibawa gelombang hingga ke daerah pasar. Bangoenan-bangoenan roentoeh, sebagian rata dengan tanah. Majat-majat lagi-lagi bertebaran. Sebagian soedah dalam body bag. Tapi masih menebarkan aroma khasnja.
Tentang majat-majat ini, bekas boss dan goeroe saja, Prof. Arjono Djoened Poesponegoro, ketika bersoea di Kesdam poenja komentar tersendiri:
"Goea oedah kemana-mana, di hampir semoea bentjana di belahan doenia, tapi hanja disini goea liat begitoe banjak majat!"
Sampai di sungai Atjeh, jang kita soesoeri, masih banjak toeboeh-toeboeh memboesoek itoe didjoempai.



Keloear ke laoet, tak ada majat lagi. Tapi kapal kajoe kecil itoe moelai menari dipermainkan ombak. Awalnja perlahan, makin ketengah makin besar. Ombak-ombak setinggi 1-1,5 meter bergantian menerpa.

Doeloe, hampir setiap 2 minggoe saja pasti melintas selat Makassar. Dari Rig ke Balikpapan ataoe sebaliknja. Tapi kini soeasananja lain. Ombaknja lebih besar, tak ada life jacket dan satoe-satoenja benda jang bisa dipakai oentoek mengapoeng hanjalah seboeah ban mobil jang terikat koeat di atap perahoe. Satoe ban itoe sadja, oentoek sekita 30-an penoempang perahoe.

Tapi awalnja saja tenang-tenang sadja. Djoega ketika perahoe makin koeat bergojang. Moengkin memang biasa begini. Itoe sadja jang terpikir. Tapi sewaktoe beberapa penoempang warga poelaoe mulai menangis. Sebagian moelai sjahadat. Baroe sadar kalaoe ini boekan kondisi biasa. Sjoekoerlah akhirnja kita selamat sampai di Poelaoe Nasi.

Poelaoe Nasi ketjil, kelilingnja sekitar 25 kilometer. Doeloe bekas daerah persemboenjian GAM tapi sekarang soedah 'bersih'. Tjerita Danramil setempat. Ada 5 Desa disana. Penduduknja sekitar 1500 djiwa. Setelah Tsoenami, 2 desa habis. Sebagian pendoedoek soedah mengoengsi ke Banda Atjeh. Kini jang tersisa hanja sekitar 500 warga.
(bersamboeng)

foto-foto diambil dari www.plan-uk.org

Monday, December 13, 2004

THANK YOU!

My tea's gone cold, I'm wondering why I got out of bed at all
The morning rain clouds up my window and I can't see at all
And even if I could it'd all be grey, but your picture on my wall
It reminds me that it's not so bad
It's not so bad
I drank too much last night, got bills to pay
My head just feels in pain
I missed the bus and there'll be hell today
I'm late for work again
And even if I'm there, they'll all imply that I might not last the day
And then you call me and it's not so bad
It's not so bad and

I want to thank you for giving me the best day of my life
Oh just to be with you is having the best day of my life


(taken from Dido's song Thank You - No Angel album)



Terima Kasih, Baroness
Terima Kasih, Unocal
Terima Kasih, Pertamedika


Terima Kasih Mick Watters, Jay Wade, Goesti, Boedar, Irlan, Oom Moses, Pak Wempy Yesnat
Terima Kasih galley dan seloeroeh stafnja
Terima Kasih Pak Bojran, Trevor Forbes
Terima Kasih Accang, Jauri, Itjal, Adi, Nicko, Benny
Terima Kasih Remote Area Services Roemah Sakit Pertamina Balikpapan
Terima Kasih Balikpapan
Terima Kasih Manggar, Batakan, BC
Terima Kasih Klinik Boenda


Terima Kasih Tonna, Anda, Boe Hadji
Terima Kasih Dr. Krigovsky, Dr. Wis, Dr. Sjamsoel
Terima Kasih Smith, Pak Anton, Nono

Terima Kasih Toehan

Oentoek semoea episode manis getirnja kehidoepan rig dan romantika hidoep kuli minjak
Jang telah dibagi bersama.
Terima Kasih

Oentoek semoea salah dan dosa jang tertjipta
Moengkin tanpa disadari dan pasti tidak disengadja
Hanja Maaf yang bisa saja mohonkan

Selamat Tinggal, Baroness!
Be Safe, as usual!

Thursday, December 09, 2004

HOW OLD IS TOO OLD?

How old is too old?
Pertanjaan itoe kerap mengisi benak saja dalam beberapa hari ini.
Bermoela dari bintjang santai dengan seorang sahabat jang lama hilang tak tentoe rimbanja. Doeloe saja satoe kampoes dengannja. Selepas koeliah poen masih sempat sama-sama loentang-lantoeng di Djakarta. Sebeloem dia memoetoeskan oentoek mengabdi di daerah terpentjil, saat saja masih asjik diboeai gemerlap Djakarta.

Lama setelah itoe saja kehilangan kontak dengannja. Sampai soeatoe ketika mendadak dia menelepon. Ketika mendengar soearanja dari seberang samboengan telepon, pertanjaan jang remeh-remeh khas doea sahabat jang lama berpisah poen terlontar. Termasoek pertanjaan standar dokter oemoem: Kapan sekolah (spesialis) lagi?

"Saja memoetoeskan nggak landjoet spesialis" oedjarnja. Kalaoe begitoe pasti S-2, tanja saja lagi. Djawaban berikoetnja jang tjoekoep mengagetkan saja.
"Saja merasa terlaloe toea oentoek sekolah"

Terlaloe toea oentoek sekolah?
Kok rasanja saja djadi djengah mendengar kalimat itoe?
Kalaoepoen sekarang saja djoega soedah memilih oentoek tidak djadi spesialis, alasannja sama sekali boekan itoe. Sederhana sadja. Saja beloem poenja tjoekoep taboengan oentoek sekolah spesialis, jang semakin hari semakin tak terdjangkaoe. Itoe sadja. Kalaoepoen - djika bisa berandai-andai - mendadak saja kedjatoehan doeit dari langit, bisa dipastikan Djanoeari nanti saja soedah akan siboek mengoeroes berkas oentoek sekolah. Moengkin boekan sekolah spesialis, bisa djadi S-2 tapi jang djelas saja sampai saat ini beloem pernah merasa terlaloe toea oentoek sekolah.

Pertjakapan itoe memboeat ingatan saja menerawang ke seboeah artikel jang pernah saja batja di seboeah madjalah asing. Tentang seorang penderita Diabetes Mellitus jang memilih beladjar mendjadi dokter oentoek mengobati Diabetes.
Biasa sadja? Banjak kisah seperti itoe?
Boeat saja jang memboeat tjerita itoe mendjadi loear biasa adalah karena Richard Bernstein - sang pasien Diabetes itoe - memilih koeliah kedokteran di Albert Einstein College of Medicine saat ia beroemoer 45 tahoen! Dan dia tak berhenti sampai disitoe. Sekarang dia adalah salah seorang spesialis Endokrinologi dan Diabetes terkemoeka di Amerika. Boekoenja, Diabetes Solution mendjadi best seller di sana.
Kisah Bernstein adalah kisah tentang semangat pantang menjerah.
Semangat oentoek teroes madjoe dan tak gampang merasa poeas dengan apa jang telah diraihnja. Sebeloem sekolah lagi, Bernstein adalah seorang insinjoer. Dan pekerdjaannja itoe tjoekoep mendjaminnja dari segi finansial. Istrinja dokter, djadi bisa merawat penjakitnja. Tapi semoea itoe tidak memboeainja. Ketika keinginannja oentoek kembali sekolah timboel, tanpa ragoe dia melangkah.

Djadi sobat....................
Beladjar dari Bernstein, how old is too old?

Monday, November 15, 2004

KETIKA OEDJIAN RAMADHAN TIBA

Beberapa boelan silam, ketika chatting dengan seorang sahabat saja jang telah 5 tahoen menetap bahkan beralih kewarganegaraan di negeri Belanda, kalimat ini sempat teroetjap.
"Saja senang karena disini situasi sangat kondoesif, gak ada diskriminasi, Belanda adalah negeri jang sangat toleran menghargai perbedaan"
Oetjapan itoe dilontarkannja menjoesoel pertanjaan seberapa besar peloeang bagi saja dan keloearga saja kalo mentjoba peroentoengan ke sana.
Dengan nada jang penoeh semangat kolega saja menghoedjani negeri baroenja itoe dengan poedjian.

Namoen sekitar doea hari laloe, ketika kami kembali bertoekar kabar melaloei lajar mesin tjerdas kompoeter, nada optimis itoe hilang ditelan kegalaoeannja.
Menjoesoel tewasnja Theo van Gogh, tjoetjoe dari maestro Belanda Vincent van Gogh, soeasana sontak beroebah.
Rentetan pembakaran Mesdjid dan sekolah Islam laksana awan gelap jang memajoengi sitoeasi kondoesif dan penoeh toleransi seperti jang pernah digembar-gemborkan sahabat itoe.

Sajang memang. Bahwa karena seorang Moeslim berdarah Maroko-Belanda memboenoeh Theo van Gogh, serta merta semoea oemat Moeslim di Belanda lantas ditjap bersalah dan haroes menerima akibatnja.

Sebagai manoesia beradab saja mengoetoek tindakan pembakaran itoe, seperti djoega saja mengoetoek pemboenoehan Theo van Gogh. Terlepas dari fakta bahwa Theo - dalam berbagai toelisan dan karjanja entah kenapa selaloe mendjadikan Islam sebagai sasaran - namoen kekerasan apalagi pemboenoehan tidak lantas mendjadi djawabannja.
Kekerasan atas alasan apapoen mestinja tidak mendapat tempat di moeka boemi ini!

Hari ini hati saja menangis. Darah saja mendidih membatja berita pembakaran itoe. Tapi ini tidak haroes memboeat saja menganggap semoea Orang Belanda biadab.
Kedewasaan. Semangat berdamai. Dan kesediaan oentoek memboeka mata hati bahwa djoestroe perbedaanlah jang memboeat doenia ini lebih indah. Itoe semoea jang kita perloekan menanggapi kasoes ini.

Semoga saoedara-saoedara kita di Belanda bisa berlapang hati. Semoga Ramadhan 30 hari penoeh bisa mengadjari kita oentoek mampoe mengendalikan hawa nafsoe. Termasoek dendam dan amarah pastinja.
Dan semoga pihak-pihak jang membakar diboeka mata hatinja. Oentoek melihat Islam setjara lebih proporsional.

Amin.

Sunday, November 14, 2004

SEBOEAH EPISODE EID UL-FITR

Dini hari sebeloem berangkat ke tempat kerdja, sepotong dialog di seboeah roemah sederhana di Balikpapan,

Bapak: "Ayo nak koempoel doeloe, bapak mo ngasih ini"
(sembari membagikan doeit ke anak-anaknja)
Anak: "Kenapa sih mesti begini Pak? Bapak gak oesah bagi doeit djoega kita senang. Bapak mo pergi lagi ya?"
Bapak: (terdiam sesaat tanpa mampoe berkata-kata)
Anak: "Kapan kita bisa koempoel di hari raja Pak? Boekan oeang jang kita maoe, tapi bapak ada disini bersama kami"
Bapak: (masih diam dengan mata jang berkatja-katja)

(Hening memakoe)

Bapak:"Ja soedah, ambil sadja doeloe ini, bapak soedah mo ketinggalan pesawat" (dengan soeara serak menahan tangis)"Hati-hati ja di roemah"

Masih dengan mata jang basah bapak itoe menoetoerkan kisahnja tadi saat saja doedoek bersebelahan dengannja dalam pesawat tjarteran jang membawa kami mengangkasa melintasi Balikpapan-Tarakan.
"Ini Idoel Fitri kesekian kalinja saja tak diroemah, kalaoe doeloe kakaknja masih ada buat menemani dia, tapi sekarang kakaknja soedah koeliah di Djawa"

Satoe keloehan klasik koeli minjak di rig lepas pantai.
Tapi tiap kali mendengarnja tetap sadja ada jang berat menghimpit di dada
Kali ini poen saja hanja bisa menelan loedah.
Mentjoba membasahi kerongkongan jang mendadak terasa seret.
Ikoet tertjenoeng dengan mata jang perlahan moelai ikoet basah.

-------------------------------------------------------------

Boeat jang ada di darat dan bisa berkoempoel dengan sanak keloearga
Djoega boeat jang mesti berada noen di sana djaoeh dari roemah karena soeatoe sebab,
Dihari jang fitri ini
saja hanja bisa mengoetjapkan:

Selamat Hari Raja Idoel Fitri
Taqabalallahoe minna wa minkoem


Semoga kita semoea masih diberi kesempatan bertemoe Ramadhan berikutnja

Wednesday, November 10, 2004

TEMASEK, HERE I COME!

Setelah terombang ambing ketidakpastian seminggoe terakhir, titik terang keliatan moelai terboeka. Doea hari belakangan memang saja lagi gentjar-gentjarnja negosiasi dengan seboeah peroesahaan offshore dari Singapore. Dan kemaren, alhamdoelillah, tawaran oentoek bergaboeng itoe tiba djoea.
Memang masih ada beberapa hal jang perloe klarifikasi, tapi setjara oemoem saja poeas dengan tawaran mereka jang djelas diatas rata-rata standar salary negeri kita. Meski oentoek oekoeran 'sono' djelas masih djaoeh dibawah. Anyway, this is my second overseas job offer. Dan kalo jang kemaren, peloeang kerdja di Emergency Room seboeah Roemah Sakit di Saudi Arabia itoe saja tolak, kali ini bolehlah oentoek ditjoba. Toh pertengahan Desember saja resmi djadi penganggoer :p


Kalo tiada aral melintang, moelai akhir Desember saja akan bergaboeng dengan mereka. Lingkoengan kerdja baroe, orang baroe, toegas baroe, tantangan baroe ....... aaahhh adrenalin saja rasanja moelai mengalir.
Temasek, here I come!

Monday, November 08, 2004

RESIGN

Moelai pertengahan Desember 2004 nanti, saja resmi mengoendoerkan diri dari tempat mentjari nafkah selama ini. Tanpa terasa satoe setengah tahoen telah berlaloe.
Satoe setengah tahoen jang menjenangkan. Beloem lama memang. Masih sangat singkat malah! Dan rasanja masih asjik sadja bekerdja bareng koeli-koeli minjak jang sangat bersahabat itoe. Tapi perbedaan prinsip antara saja dan pihak jang mengoepah saja kelihatannja tidak bisa dihapoes lagi. Walhasil, poetoesan mesti diambil. Dan saja memilih oentoek moendoer dari sini.

Ada beberapa hak-hak saja sebagai koeli jang - menoeroet saja - beloem djoega dipenoehi. Hak-hak jang -lagi-lagi menoeroet saja - haroes diberikan. Namoen meeting terakhir dengan atasan saja tidak memperlihatkan tanda-tanda jang menggembirakan. Padahal soedah tjoekoep lama saja setia menoenggoe. Poen ketika tawaran oentoek pindah ke on-shore di Djawa Barat jang nota bene lebih dekat ke roemah saja datang menggoda. Saja masih bertahan disini. Tak bergeming!

But a man has to do what a man has to do!
Meski berat, moengkin ini malah loose-loose solution, saja tetap merasa haroes mempertahankan prinsip. Moengkin dengan moendoernja saja, para madjikan saja bisa dapat koeli jang lebih bagoes lagi dan tidak 'mbalelo' seperti saja. Namoen tentoenja harapan saja, semoga mereka bisa mengoebah paradigmanja dan moelai melihat pekerdja sebagai asset boeat oesaha mereka. Semoga dengan peroebahan pola pandang itoe, perlakoean mereka bisa lebih 'manoesiawi' oentoek semoea teman koeli saja jang senasib.
Semoga!

Tuesday, October 26, 2004

PENGANIAJAAN LAGI DI STPDN
Soelitnja Mengoebah Tradisi Preman

Kasoes penganiajaan pradja joenior STPDN teroelang lagi. Kali ini korbannja Ikhsan Soeheri, tjalon pradja dari Nanggroe Atjeh Daroessalam. Boentoet dari peristiwa ini, menoeroet Detik.com hari ini, 5 orang pradja senior STPDN diperiksa Mapolres Soemedang. Ikoet dipanggil dalam pemeriksaan adalah dokter jang bertoegas dilembaga itoe oentoek memberikan keterangan.

Aneh rasanja!
Masih segar di ingatan kita kasoes penganiajaan (batja: pembinaan/pen) jang djelas mendjatoehkan nama baik lembaga ini beberapa waktoe silam, kali ini - seolah gak ada kapoknja - pemoekoelan kembali terdjadi.
Apa nama STPDN memang haroes diganti djadi Sekolah Toekang Poekoel Dibiajai Negara?
Ataoe ini memang tjermin pendidikan boeat para pradja jang nantinja akan mendjadi among bagi rakjatnja?
Bahwa mereka haroes keras, kalaoe perloe maen gampar, poekoel, ataoe tendang kalo ada rakjatnja jang berbeda paham?
Sebenarnja bahkan ide pembentoekan STPDN jang lahir di ORDE BAROE poen rasanja soedah tidak sedjalan lagi dengan kondisi pastja reformasi.
Kalaoe hanja oentoek mendidik tjalon pamong, membekali mereka dengan ilmoe dan disiplin jang akan mereka perloekan nanti, apa haroes dengan tjara semi militer?
Jang hanja akan memberikan kesan eksloesif?

Seorang perwira AL, jang kebetoelan sekamar sama saja pada saat rekaman video 'pembinaan' di STPDN jang heboh itoe ditajangkan, hanja bisa geleng-geleng kepala.
"Djamannja saja pendidikan militer poen gak sampai kajak gitoe" kenangnja.
Padahal mereka adalah tentara, jang memang dididik oentoek berhadapan dengan moesoeh, pilihannja memboenoeh ataoe diboenoeh. Toh tidak sampai seheboh itoe.

Problemnja adalah ketika metode pendidikan militer ditiroe oleh jang non-militer, jang ditangkap hanja koelit-koelitnja boekan intisari adjarannja, sehingga kemoedian jang ada hanjalah tradisi maen poekoel, gampar dan tendang.
Dan itoe diperoemit oleh sikap pengadjar STPDN sendiri jang tjendoeroeng melindoengi kesalahan anak didiknja.
Seperti tragedi jang menimpa Ikhsan misalnja, disaat awal kedjadian ini mulai terkoeak, Ketoea STPDN, I Njoman Soemarjadi membantah keras kebenaran peristiwa itoe.
"Ikhsan hanja mengalami ketjelakaan tertimpa barbel sama sekali tidak ada pemoekoelan oleh seniornja"
Sikap seperti ini jang hanja akan memboeat tradisi barbar itoe kian lekat diSTPDN.
Sikap jang akhirnja menjisakan tanja: djangan-djangan staf pengadjarnja poen memang setoedjoe dengan pola preman di kampoesnja?
Kalaoe begini, tinggal toenggoe sadja Ikhsan-Ikhsan berikoetnja
Ataoe malah kabar tentang rakjat jang dianiaja oleh 'tjenteng' beridjazah Sekolah Toekang Poekoel Dibiajai Negara.

Sunday, October 24, 2004

10 HAL JANG MEMBATALKAN POEASA

1. MENJENTOEH-NJENTOEH DENGAN SENGADJA BAGIAN PAJOEDARA SEBELAH KIRI DARI MANTAN PATJAR KITA. Sedangkan djika menjentoeh bagian pajoedara sebelah kanan, maka adalah dapat membatalkan poeasa djoega. sedangkan djika menjentoeh kedoea bagian terseboet setjara bersamaan, maka dosanja mendjadi dooeble.

2. TIDOER SIANG DIATAS BADAN ORANG LAIN JANG BOEKAN MOEHRIMNJA. sedangkan djika tidoer siang dibawah badan orang lain jang boekan moehrimnja, maka poeasa kita tidak batal, tetapi orang lain jang boekan moehrimnja terseboet poeasanja mendjadi batal. tetapi, djika kita toeroet merasa enjoy, maka poeasa kita batal djoega.

3. MELOMPAT-LOMPAT DI SAAT MENJAKSIKAN FILM PORNO. sedangkan djika kita tidak melompat-lompat disaat menjaksikan film porno, maka poeasa kita tetap batal. hanja sadja, orang jang melompat-lompat berarti lebih batal.. karena berarti gembira disaat nonton film porno.

4. MELOEDAH. meloedah adalah batal djika air loedah terseboet mengenai alat kelamin lawan djenis kita. djika air loedah terseboet tidak mengenai alat kelamin lawan djenis, dan dioelang teroes hingga alat kelamin lawan djenis terseboet akhirnja terkena air loedah dan kemoedian mendjadi basah, maka poeasa kita tetap batal.

5. BERLARI SEKOEAT TENAGA. berlari sekoeat tenaga menoedjoe roemah pelatjoeran adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan berlari sekoeat tenaga tetapi tidak menoedjoe ke tempat pelatjoeran, tetapi akhirnja kemoedian tersasar menoedjoe ke tempat pelatjoeran dan laloe berhoeboengan intim dengan salah seorang pelatjoer, maka poeasa orang terseboet mendjadi batal. sedangkan orang jang berlari sekoeat tenaga laloe terpeleset dan terdjatoeh diatas pelatjoer jang tidak mengenakan selembar kain apapoen, dan laloe orang terseboet djoega soedah telandjang, maka poeasanja djoega mendjadi batal.

6. BERTERIAK-TERIAK WAKTOE SIANG HARI. Berteriak-teriak waktoe siang hari disaat berhoeboengan intim dengan lawan djenis adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan orang jang mendengar teriakan orang jang berhoeboengan intim waktoe siang hari, laloe orang terseboet mengintip aktifitas terseboet dan merasa enjoy, maka poeasa orang terseboet djoega mendjadi batal.

7. MELEMPAR OEANG LOGAM. melempar oeang logam sehingga mengenai pajoedara seorang gadis dan laloe kita mengoesap-oesap pajoedara terseboet selama 2 djam karena kasihan terhadap gadis terseboet adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan djika oeang logam terseboet mengenai pajoedara seorang gadis dan laloe gadis terseboet meminta kita oentoek mengoelanginja (sehingga kita mendjadi letih dan haoes), dan laloe kita minoem the botol bersama gadis terseboet dan laloe gadis terseboet mengadjak kita oentoek berhoeboengan intim dan kita menjetoedjoeinja, maka poeasa kita mendjadi batal.

8. MEMPERBAIKI KOMPOETER JANG ROESAK. memperbaiki kompoeter jang roesak di roemah seorang gadis seksi dan kemoedian gadis seksi terseboet menggoda kita oentoek berhoeboengan intim dan kemoedian kita tergoda dan akhirnja kita tidak djadi memperbaiki kompoeter tetapi malah berhoeboengan intim, maka poeasa kita mendjadi batal. sedangkan djika kita hendak memperbaiki kompoeter jang roesak di roemah seorang gadis seksi, tetapi ternjata gadis seksi terseboet tidak memiliki kompoeter tetapi akhirnja kita memperkosa gadis seksi terseboet, maka poeasa kita djoega mendjadi batal.

9. MEMBATJA BOEKOE PELADJARAN. membatja boekoe peladjaran tetapi di dalam boekoe peladjaran terseboet terdapat boekoe stensil "enny arrow" adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan djika di dalam boekoe peladjaran terseboet tidak terdapat boekoe stensil "enny arrow", tetapi kita laloe memindjam boekoe stensil "enny arrow" kepada seorang pelatjoer dan laloe pelatjoer terseboet mengadjak kita berhoeboengan intim dan kita menjetoedjoeinja, maka poeasa kita djoega mendjadi batal.

10. DOEDOEK. doedoek sambil makan nasi padang adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan doedoek sambil menggoda iboe pendjoeal nasi padang, laloe berselingkoeh dengan iboe terseboet, djoega membatalkan poeasa.

Itoelah 10 hal jang dapat membatalkan poeasa, sebenarnja masih ada satoe hal lagi jang djoega membatalkan poeasa jaitoe membatja dengan serioes toelisan ini laloe memasoekkannja ke hati sambil menikmati segelas orange juice di siang jang panas maka poeasa kita akan batal. Hehehehehehe
Selamat menoenaikan ibadah poeasa!

Monday, October 18, 2004

TENTANG SISI-LAIN

Sedjak pertama kali di loentjoerkan, tak terhitoeng banjaknja masoekan soal gaja penoelisan Sisi Lain jang memilih oentoek tampil beda dengan edjaan tempo doeloe. Meski ada djoega jang mendoekoeng, sebagian besar adalah komentar protes karena mengakoe soelit dan sakit kepala memaksakan membatja isi toelisannja :p

Tapi apa boleh boewat, gaja tempo doeloe ini soedah terlandjoer djadi merek dagang atawa trade mark-nja Sisi-Lain. Menggantinja dengan edjaan jang disempoernakan hanja akan memboeat blog ini kehilangan roehnja, apalagi saja sadar betoel bahwa dari segi isi dan perwadjahan, blog ini sebenarnja tidak poenja nilai djoeal.

Sebagai seorang jang menapaki djalan hidoep jang biasa-biasa sadja, mentjeritakan tentang keseharian hidoep saja dalam blog hanja akan bikin pembatja mengoeap lebar-lebar laloe tertidoer karena bosan.
Memilih bertjerita tentang profesi? ah soal itoe soedah ada tempatnja di sisi jang lain lagi.
Mengisinja dengan aneka resep masakan? hehehe
Sajang sekali satoe-satoenja djenis masakan jang bisa saja banggakan hanjalah indomie rasa kari ajam :p

Alhasil inilah dia, Sisi-Lain. Jang mentjoba menampilkan hasil 'CT Scan' benak saja. Perasaan saja. Keloeh kesah. Kepedoelian. Tjinta. Soempah serapah. Semoeanja ditjoba djoedjoer apa adanja.
Kalaoe terbatjanja absurd, apa boleh dikata karena seperti itoelah saja.
Bikin sakit kepala?
Sekedar mengingatkan, diwaroeng sebelah ada djoeal aspirin.
Toean boleh minoem 3 kali sehari. Sebaiknja selepas makan, agar prodoeksi asam lamboeng tidak terlaloe mengganggoe peroet toean. :p

Thursday, October 14, 2004

ANTARA MALPRAKTEK, PROFESIONALISME & TOENTOETAN KEHIDOEPAN DOKTER

Harian Kompas dalam roebrik kesehatan edisi 14 Oktober hari ini menoelis tentang lajanan kesehatan dinegeri ini. Menanti lajanan dengan hati. Begitoe tadjoek jang diberikan oentoek artikel jang sangat menarik itoe. Ini keloehan kesekian jang pernah saja batja tentang boeroeknja moetoe lajanan kesehatan di repoeblik kita tertjinta. Beberapa hari laloe, harian berbahasa Inggris The Jakarta Post memoeat daftar kasoes jang disangka malpraktek. Hampir semoea terdjadi di Djakarta.
Ini meninggalkan tanja besar dibenak saja. Begitoe boeroekkah wadjah profesional medis kita?

Sedjak awal saja menapakkan kaki di kampoes Fakoeltas Kedokteran Universitas Hasanoeddin, 14 tahoen silam, satoe doktrin jang saja terima tentang profesi ini adalah bahwa profesi dokter adalah profesi jang moelia. Keagoengan profesi begitoe sering didengoengkan. Hoeboengan dokter dengan pasien boekan semata hoeboengan djoeal beli. Boekan semata hoeboengan pemberi djasa dengan pemakai djasa. Lebih dari itoe, katanja. Paradigma itoelah jang sampai kini masih dipegang tegoeh oleh sebagian besar sedjawat-sedjawat dokter saja. Meski bertentangan dengan anggapan para pakar marketing jang mejakini bahwa pada dasarnja kita semoea adalah pendjoeal.

Berangkat dari doktrin keagoengan profesi tadi, dalam koerikoeloem fakoeltas kedokteran, ditahoen kedoea, anda akan beladjar bagaimana sistem jang bekerdja pada tubuh manoesia normal. Mengindjak tahoen ketiga, anda moelai diadjari peroebahan-peroebahan jang akan terdjadi kalaoe anda sakit. Dan kemoedian ditahoen keempat ditambah doea tahoen magang diroemah sakit sebagai dokter moeda, anda akan moelai beladjar bagaimana mengobati pasien.
Lantas bagaimana dengan peladjaran etika? O djangan koeatir, ditahoen ke empat ada 2 kredit mata koeliah etika kedokteran, mengenai hoekoem djoega disinggoeng sedikit disitoe. Peladjaran etika selandjoetnya adalah apa jang anda peladjari sambil melihat langsoeng tjontohnja saat magang di roemah sakit.

Koerikoeloem ini dijakini tjoekoep oentoek membentoek dokter Indonesia. Dokter jang kini - seiring kemadjoean djaman - moelai sering mendapat kritikan soal moetoe dan polah tingkahnja.

H Misbach Joesa Biran, ajah almarhoemah Soekma Ajoe, dalam seboeah tajangan infotainment, mengakoe sedih karena tak pernah menerima senjoem dari para dokter selama hampir enam boelan anaknja dirawat di roemah sakit.
Meski saja tak terlaloe jakin seratoes persen dengan kebenaran pernjataan itoe, tapi meroedjoek kembali ke koerikoelom pendidikan dokter, bagian mana dari koerikoeloem jang mengatoer dokter haroes senjoem pada keloearga pasien?
Ataoe bagian mana jang mengadjarkan bagaimana dokter seharoesnja bersikap pada pasien? diloear sikap profesional tentoenja.
Sedih, tapi kenjataannja saja mesti djoedjoer mendjawab: TIDAK ADA!

Paradigma jang dengan angkoehnja menjeboet hoeboengan dokter-pasien boekan hoeboengan djoeal beli telah mentjegah masoeknja konsep-konsep marketing kedalam koerikoeloem pendidikan dokter kita. Kita tidak lagi sadar bahwa sekedar senjoem dan beramah-ramah dengan pasien dan keloearganja meroepakan soeatoe value-added services - memindjam istilah Hermawan Kartadjaja - jang akan memboeat sipasien lebih njaman dalam memanfaatkan djasa kita.

Padahal hoeboengan jang tidak njaman memboeat pasien soengkan bertanja kalaoe ingin memperoleh informasi medis mengenai kondisinja sehingga kerdja-sama dokter-pasien dalam menentoekan arah pengobatan - jang mendjadi konsep kedokteran modern - sama sekali tidak berdjalan.
Seorang iboe jang pernah bertemoe dengan saja dalam satoe perdjalanan menoetoerkan bagaimana dokternja marah ketika ia menjeboetkan bahwa dirinja sakit tjatjar. "Iboe djangan sok taoe!" bentak dokter itoe "kalaoe soedah taoe kenapa datang kesini!"
Bisa djadi itoe trik si dokter jang takoet kalaoe pasiennja banjak bertanja.
Padahal memilih mendjadi dokter - oedjar dosen saja doeloe - berarti haroes siap oentoek beladjar seoemoer hidoep. Siap oentoek selaloe mendjelaskan pada pasien dan keloearganja bagaimana kondisinja, mendiskoesikan bagaimana strategi pengobatannja, membantoe pasien mengambil kepoetoesan karena hak itoe ada ditangan pasien. tentoenja dengan dokter memberikan informasi jang sedjelas-djelasnja tentang keoentoengan dan risiko setiap tindakan jang dipilih.
Karena begitoelah prosedoer seharoesnja.
Soeatoe prosedoer jang sajangnja langka dinegeri ini.

Menteri Kesehatan Ahmad Soejoedi mengoengkapkan total pengeloearan oentoek biaja berobat ke loear negeri orang Indonesia setiap tahoen mentjapai 600 djoeta dollar AS.
Salah satoe alasan kenapa mereka memilih berobat keloear pastinja adalah lajanan kesehatan jang lebih baik.
Hermawan Kartadjaja, pernah menoelis tentang seorang koleganja jang didiagnosis Diabetes di Indonesia. Oleh dokternja diseboetkan bahwa penjakit ini tidak akan semboeh, seoemoer hidoep dia akan tergantoeng pada obat dan dietnja haroes diatoer.
Ketika memeriksakan dirinja ke Singapore, dokter Singapore djoega menjatakan dia terkena Diabetes. Tapi bedanja si dokter sambil tertawa bilang "OK, you got Diabetes, so what? Kena diabetes boekan berarti hidoep berhenti sampai disini. Jang perloe dilakoekannja hanja mendjaga berat badannja, memeriksakan dirinja teratoer, mengatoer dietnja, dan tidak berhenti sampai di sitoe sadja, si dokter mengatoer agar sang pasien berkonsoeltasi dengan ahli gizi jang soedah menjiapkan daftar menoe sehari-hari, lengkap dengan djoemlah kalori setiap djenis masakan bahkan oentoek makanan khas Indonesia.
Bajangkan begitoe hebatnja kesadaran oentoek memberikan value-added services disana.

Namoen meloeloe menjalahkan dokter kita sebagai biang keladi boeroeknja lajanan kesehatan tentoenja tidak menjelesaikan masalah. Soervei Kesehatan Roemah Tangga tahoen 2002 memperlihatkan bahwa ratio dokter : pasien kita adalah jang terendah dari 8 negara Asia Tenggara. 16 dokter oentoek 100.000 pendoedoek. Djangan heran kalaoe dokter haroes kerdja rodi. Beloem lagi dengan penghasilan dokter jang begitoe rendah.
Pengalaman saja sendiri di tahoen-tahoen awal mendjadi dokter, saja pernah bekerdja di klinik 24 djam dengan membawa poelang 15 riboe roepiah sebagai hasil bekerdja selama 24 djam.
Oentoek dokter spesialis poen tidak selamanja bagoes. Padahal biaja oentoek sekolah spesialis amat sangat mengoeras isi kotjek. oentoek masoek kebagian kebidanan dan kendoengan, tjontohnja, haroes rela merogoh 150 djoeta. Itoepoen baroe oeang pangkal.
Djangan heran kalaoe terkadang seorang dokter spesialis terpaksa bekerja dari satoe roemah sakit ke roemah sakit lain oentoek kedjar 'setoran'. Kalaoe soedah begitoe djangan harap dia bisa mentjoerahkan perhatian sepenoehnja terhadap keloehan pasiennja.

Semoeanja memang berpoetar seperti lingkaran setan. Perloe kerdja sama banjak pihak oentoek membenahinja.

Thursday, September 30, 2004

MENGEDJAR POERNAMA DI 3 KOTA

Blue Moon,jang konon menoeroet si Ms. Nice Gal ini adalah penampakan boelan poernama dalam bentoek jang paling indah dan hanja terdjadi sekali dalam setahoen, bikin perdjalanan poelang dari rig akhirnja saja habiskan dengan menengadah sampe leher terasa kakoe.

Tanggal 28 malam saja moelai projek melototin poernama, diatas speed boat jang membawa saja meladjoe membelah selat Makassar menodjoe Balikpapan. Sajang sesapoet tipis awan sedikit mengoesik keindahannja.

Langit diatas bandara Sepinggan, Balikpapan poen tak djoea memberi kesempatan boeat saja menikmati si Blue Moon itoe, awan masih setia bergajoet. Kali ini saja hanja bisa berharap semoga dalam penerbangan malam ke Soerabaia bisa melihat boelan dibalik djendela. Harapan jang ternjata sia-sia karena sepandjang penerbangan, bapak disebelah saja mengadjak ngobrol terus. Dan semangatnja bertjerita bikin saja gak tega oentoek bilang kalo saja lagi pengen liat poernama dan minta tukeran tempat doedoek sama dia.

Terkoeroeng 1 djam di bandara Djoeanda tidak djoega bikin impian saja terkaboel. Dan saat penerbangan Soerabaia-Makassar, saja terlaloe lelah dan tertidoer ketika pesawat mengangkasa. Hasrat melihat Blue Moon gagal total.

Baru di Djeneponto, kota ketjil tempat kelahiran almarhoem bapak saja - sekitar 3 jam perdjalanan djaraknja dari Makassar - baroe saja bisa menatap langit malam sepoeasnja. Langit bersih tak berawan malam itoe. Ada boelatan koening besar bertjahaja jang indah menghiasinja. Poernama Blue Moon jang kesohor itoe! moengkin boekan Blue Moon, karena saat itoe soedah tanggal 29 malam. Tapi setidaknja keindahannja masih terasa. Kemilaoe bintang jang biasanja memoekaoe poen tak sanggoep menandinginja.

Saja berbaring menghabiskan malam itoe di beranda. Tak pedoeli dengan dengoeng njamoek jang berpesta pora menikmati tetes demi tetes darah saja. Tak djoega pedoeli dengan informasi jang saja batja belakangan kalo Blue Moon itoe adanja ditanggal 31 Juli 2004.

Malam itoe saja ingin berbaring di beranda. Merenoeng. Sendiri. Terpentjil. Dipeloek sepi. Dibawah sinar boelan poernama. Jang tetap indah dilihat, tak pedoeli itoe blue moon ataoe tidak.

tjatatan kaki:
28 september 2004 ternjata menoeroet penanggalan Tjina adalah hari ke 15 di boelan ke-8, saat oentoek mid-autumn festival ataoe djoega diseboet sebagai Moon Festival (yue bing jie). Soeatoe masa dimana boelan poernama berada dalam bentoek yang paling boelat dan paling terang karena itoe dipertjaja sebagai perlambang kesatuan dan kebersamaan keluarga.

Sunday, September 19, 2004

KAPANKAH TERAKHIR KALI ANDA MENERIMA SOERAT PRIBADI?

"KAPANKAH terakhir kali Anda menerima soerat pribadi? Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, psikolog terkenal dari Oeniversitas Indonesia, mengakoe beberapa waktoe laloe menerima soerat bertoeliskan tangan dari seorang kerabatnja di Tjilatjap, Djawa Tengah. "Sangat personal, saja djarang sekali lho dapat soerat seperti itoe sekarang," katanja. Kini, kesantoenan dan kedalaman soerat memang telah digantikan dengan keserentakan (dan kegegabahan) serta kedangkalan SMS (short message service). Padahal, sebenarnja tak ada jang bisa menjaingi dahsjatnja soerat sebagai kenangan" (soember Kompas, Minggoe 19 September 2004)

Sebagian orang memang soedah lama tak lagi berkirim ataoe menerima soerat jang bertoeliskan tangan model doeloe.
Globalisasi dengan kemadjoean teknologinja telah memboeat orang djadi maoe semoeanja serba tjepat. Kenapa haroes repot menoelis soerat, setelah itoe pergi ke kantor pos, antri oentoek bisa mengirim soerat jang moengkin baroe akan sampai tiga hari setelahnja, padahal dengan email semoeanja bisa selesai dalam hitoengan menit.

Kalaoe doeloe sebeloem hadirnja era SMS, orang lebih soeka menggoenakan telepon oentoek bertoekar berita, namoen toh itoe masih terlaloe mahal boeat sebagian besar kalangan. Apalagi kalaoe jang haroes di telepon ada diloear kota terlebih di belahan boemi lainnja. Akhirnja soerat masih bisa mengisi tjelah itoe oentoek tetap eksis.

Tapi seiring kemadjoean djaman, perlahan namoen pasti soeratpoen terpinggirkan. Kalaoe orang seperti Prof. Sarlito jang tenar dan pasti banjak relasi sadja soedah moelai djarang menerima soerat, apa lagi kita-kita jang barangkali relasinja tak sebanjak beliaoe.

Artikel Kompas itoe memboeat saja djadi tertjenoeng sedjenak mengingat-ngingat kapan terakhir kali saja menerima soerat toelisan tangan?
Soerat tjinta? Hahahah .... memang biasanja soerat sedjenis ini jang masih ditoelis tangan, tapi bahkan dengan istri saja poen - saat djamannja kita patjaran - sama sekali tak pernah berkirim soerat.

Mendadak saja djadi senjoem-senjoem sendiri setelah ingat beberapa hari laloe - tadinja saja loepa - bahwa ternjata saja baroe sadja menerima soerat toelisan tangan. Aseli toelisan tangan diatas setjarik karton bekas karoeng semen.
Pengirimnja? Seorang preman didekat rumah saja jang minta oeang 'koordinasi renovasi' karena saja merenovasi roemah tanpa memakai toekang jang disediakannja.
Hahahaha ..........
Ternjata benar artikel Kompas itoe, soerat djaman sekarang soedah sama sekali tak ada nilai romantisnja.

Friday, September 17, 2004

It's turn to 33 now!



"Still a lot of things to do, fahrie"